Konvergensi
Media Komunikasi Perpustakaan
Disusun Oleh: Sasmita Anggraini
___________________________________________________________________________________
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam
dunia Perpustakaan saat ini kita sebagai manusia modern, haruslah mengenal
dengan adanya Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan. Konvergensi Media
Komunikasi Perpustakaan haruslah kita kenal dan kuasai, karena dengan
kecanggihan-kecanggihan teknologi yang ada pada zaman sekarang ini,kita di
mudahkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang kita butuhkan.
Pengertian
dari Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan itu sendiri adalah dimana
penggabungan media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan sebagai satu
titik tujuan dalam melakukan komunikasi. Konvergensi Media Komunikasi
Perpustakaan ini biasa merujuk terhadap perkembangan teknologi komunikasi
digital dan merujuk terhadap perkembangan budaya masyarakat di era modern saat
ini.
Perpustakaan
memiliki alasan yang sangat kuat untuk menggunakan Konvergensi Media ini
sebagai alat komunikasi, sebab dengan adanya konvergensi media komunikasi di
perpustakaan, dapat membantu pemustaka pada umumnya baik pemustaka jarak jauh
ataupun pemustaka yang biasa datang langsung dalam mendapatkan informasi yang
mereka inginkan.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian
Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan
2. Apa
saja Konvergensi Media Komunikasi yang ada di Perpustakaan
3. Pendorong
diciptakannya Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan
4. Kelemahan
dan Keuntungan penggunaan Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan
5. Perbandingan
penggunaan Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan di Sekolah dan Perguruan
Tinggi
C. Tujuan
1. Dapat
Memudahkan penyampaian informasi dengan para pemustaka baik jarak jauh ataupun
yang biasa datang di perpustakaan
2. Dapat
mempercepat pelayanan terhadap pemustaka
3. Konvergensi
Media Komunikasi Perpustakaan dapat mendukung belajar mengajar baik di
perguruan tinggi ataupun sekolah.
_____________________________________________________________________________
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Konvergensi
Media Komunikasi Perpustakaan
Konvergensi Media Komunikasi
Perpustakaan merupakan konvergensi dan kolaborasi pelayanan informasi atau
secara istilahnya diartikan sebagai penggabungan dari media-media, unit atau layanan.
Seperti konsep layanan dalam perpustakaan dan komputer yang ada untuk digunakan
dan diarahkan sebagai satu titik tujuan dalam melakukan komunikasi yang biasa
merujuk terhadap perkembangan teknologi komunikasi digital dan merujuk terhadap
perkembangan budaya masyarakat.
Konvergensi media komunikasi diatas dapat
membentuk organisasi yang terstruktur rapi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
atau pemustaka mereka. Secara sederhana, apabila di perguruan tinggi,
konvergensi dan kolaborasi media komunikasi ini dapat menunjang pencapaian
dalam tujuan akademik di perpustakaan umum karena telah meningkatkan pelayanan
terhadap mahasiswa, fakultas, peneliti, dan para pemustaka lainnya.
Pada umumnya penggabungan
layanan atau konvergensi media komunikasi perpustakaan lebih cenderung
bergabung dengan pusat teknologi komputerisasi informasi. Misalnya,
penggabungan tersebut dimulai dari layanan tradisional referensi, instruksi dan
sirkulasi ke layanan digital.
B.
Macam-
macam konvergensi media komunikasi di perpustakaan
Pada dasarnya
macam-macam konvergensi media ada banyak yaitu Media massa konvensional yang meliputi Televisi, radio, surat kabar, Internet, dan perangkat lunak atau software, akan tetapi dalam hal ini yang
kita bahas ialah mengenai perpustakaan dimana secara khusus konvergensi media
komunikasi yang digunakan diperpustakaan adalah media internet dan perangkat
lunak atau yang biasa disebut juga software.
1. Internet
Banyak fasilitas- fasilitas yang dapat kita ambil dari
internet, diantaranya adalah Email,World
Wide Web(Www)/ Website, File Transfer Protocol, Facebook, Twitter, Mailing
List, Chat Group dll. Dari sekian banyak fasilitas tersebut perpustakaan
dapat menggunakannya sebagai media perantara untuk menyediakan informasi bagi
para pemustaka ataupun dapat juga saling bertukar informasi atau menjalin
kerjasama dengan perpustakaan yang lain.
Sebagai salah satu contoh Internet, terutama memanfaatkan
fasilitas World Wide Web-nya, akan
memungkinkan banyak perpustakaan menjadi online. Perpustakaan online ini
berarti bahwa database koleksinya tersambung ke Internet. Dengan demikian
koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan online dapat diakses oleh para
pemustaka dalam waktu kapanpun dan dimanapun berada. Dengan Media Internet yang
ada, perpustakaan dapat memberikan layanan baca buku langsung dari website tanpa harus datang langsung ke
perpustakaannya, sistem ini sering dikenal dengan e-book (elektronik buku), memudahkan pemustaka dalam mengakses
journal, memberikan kesempatan terhadap pemustaka yang ingin menjadi anggota
perpustakaan dan masih banyak lagi yang bisa didapatkan dari website
perpustakaan online.
Seperti disebutkan, besar manfaat teknologi komunikasi di
Internet dan intranet. Internet memiliki beberapa keuntungan yang signifikan,
terutama bila dibandingkan dengan teknologi lainnya. Pertama, sangat visual ,
karena cara termudah untuk memproses
informasi. Kedua, tidak seperti teknologi cetak, Internet/ intranet teknologi
memungkinkan personalisasi yang lebih besar dari informasi dalam format visual
yang menarik, Ketiga, teknologi Internet/ intranet lebih efisien untuk
interaktivitas dan pengolahan transaksi. Internet atau intranet sebagai alat
yang baik untuk mengumpulkan informasi, dan memperbarui database.
Meskipun banyak manfaat yang ditimbulkan dari adanya
internet, maka tidak bisa dipungkiri bahwa internet juga memiliki beberapa
kekurangan diantaranya karena internet berinteraksi
dengan mesin, teknologi ini sangat impersonal, terutama ketika kita memerlukan bantuan dengan tugas dan
satu-satunya cara untuk mendapatkan bantuan adalah melalui e - mail. Selain
itu, tidak semua orang memiliki akses ke Internet atau intranet, dan ada
beberapa orang yang tidak mahir dalam menggunakan PC atau enggan untuk
menggunakan internet.
2. Perangkat Lunak atau software
Sistem berbasis komputer menjadi terkenal dalam semua aspek
kerja perpustakaan dan komunikasi informasi, istilah komputerisasi data
Perpustakaan telah menjadi sebutan untuk berbagai macam aplikasi yang digunakan
dalam perpustakaan. Berbagai software
perpustakaan sedang dikembangkan untuk otomatisasi. Ketika kita berbicara
tentang perangkat lunak Perpustakaan,
berarti kita membicarakan
perangkat lunak yang diperlukan untuk layanan perpustakaan dalam
pencarian informasi. Hal ini disebut juga "Sistem Integrasi
Perpustakaan" atau "Sistem Integrasi Otomatisasi Perpustakaan".
Menurut Prytherch
(2005),sistem otomatisasi digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari kontrol
sirkulasi, akuisisi, dan tugas penyediaan layanan katalogisasi untuk web dan
database elektronik. Otomatisasi merupakan
kombinasi hardware dan software, Keduanya diperlukan untuk sistem
automating. Di bidang Perpustakaan, perangkat lunak menjadi lebih penting
daripada perangkat keras. Kajian pustaka mengungkapkan kriteria untuk software
perpustakaan berbeda - beda. Menurut mereka aturan yang paling penting
dalam pemilihan software adalah mengetahui apa dan mengapa aplikasi
digunakan. Hal umum yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan
perangkat lunak antara lain :
1.
kemampuan software
dalam mengintegrasikan beberapa modul, fitur dan kemampuan perangkat lunak untuk
akses (misalnya untuk multi-user
akses, akses internet,jaringan dan upgrade),
2.
kecepatan pencarian informasi standar Z39.50 dan masalah
lain seperti instalasi,output dll.
fungsi (alur kerja antara proses fungsional); kemampuan untuk sistem ekspansi
dan upgrade.
3.
biaya dalam hal pemeliharaan,
pelatihan, dokumentasi, kredibilitas
Software
diperlukan sebagai pendukung terjalinnya komunikasi digital perpustakaan, Banyak
jenis software yang digunakan oleh perpustakaan – perpustakaan dunia antara
lain perangkat lunak yang dikembangkan
oleh inmagic, inc. (INMAGIC), perangkat lunak asing perpustakaan ini digunakan
di beberapa perpustakaan pertanian Pakistan. Sejumlah besar perpustakaan
bekerja pada CDS/ISIS, dikembangkan oleh Unesco dan tersedia bebas biaya.
Sementara beberapa perpustakaan menggunakan otomatisasi perpustakaan dan
manajemen program (LAMP)merupakan perangkat lunak perpustakaan yang
dikembangkan secara lokal, dirancang untuk
perpustakaan pakistan oleh perpustakaan Belanda yang bekerjasama dengan Asosiasi
Perpustakaan Pakistan (PLA). Dan selain jenis perangkat lunak tersebut ada juga
perangkat lunak jenis dBASE III plus 8,
LOTUS 123,FOX-dasar, Fox Pro, KITABDAR dan PAK software perpustakaan. Akan tetapi
Mahmood (1997, 1998) telah menunjukkan lebih dari 30 nilai plus dari
mikro CDS/ISI merupakan software perpustakaan
terbaik untuk negara-negara berkembang.
C.
Pendorong
diciptakan konvergensi media komunikasi di perpustakaan
Konvergensi Media
Komunikasi Perpustakaan ini diciptakan karena sebagai bentuk alat untuk
memenuhi kekurangan-kekurangan pengguna
perpustakaan dan lingkungan fisik, khususnya pada estetika dan keterbatasan fasilitas
yang ada diperpustakaan. Karena hal tersebutlah Konvergensi Media Komunikasi
Perpustakaan dirasa dapat menggambarkan
desain perencanaan dan pelaksanaan seni media yang baru, serta dapat memenuhi
kebutuhan dan aspirasi dari pengguna media. Penegasan penting hal ini adalah bahwa estetika dan desain
interior yang baik dapat memainkan peran penting dalam persepsi positif
pengguna perpustakaan.
Diuraikan dari permasalahan keterbatasan fasilitas yang ada,
mendorong perpustakaan untuk menciptakan konvergensi media, buktinya adalah
perpustakaan dapat mengembangkan suatu perpustakaan sebagai media komunikasi
digital, Komunikasi itu missal melaui website, facebook, e-mail,dll. Dimana
semua lapisan masyarakat yang dulunya mencari informasi dengan mendatangi
langsung perpustakaan, akan tetapi sekarang tidak seperti yang kita bayangkan,
bahwasanya masyarakat diera berkembangnya perpustakan digital seperti ini,
mereka dapat menemukan informasi dengan lebih mudah, serta mendapatkan
pelayanan secara online tanpa harus mengantri di perpustakaan langsung.
D. Positif dan Negatif Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan
Menurut pendapat saya, konvergensi media komunikasi ada segi
positif dan negatifnya diantaranya
adalah:
a.
Dari segi positif :
-
Konvergensi
media komunikasi memperkaya informasi secara meluas tentang apa saja yang ada
di perpustakaan .
-
Praktis dan
efisien bagi para pengguna, karena dengan adanya konvergensi media komunikasi
ini pengguna tidak perlu datang langsung ke perpustakaan, sehingga mereka bisa
mengakses informasi secara bebas dan luas dengan berbagai cara dan bentuk.
-
Membantu
pustakawan dalam melayani dan memberi informasi secara cepat kepada pengguna.
-
Pengguna
mendapatkan informasi lebih cepat. Contohnya, para pengguna atau pemustaka
ingin membaca salah satu koleksi buku di perpustakaan secara online, hanya
dengan mengklik informasi yang diinginkan di komputer maka sejenak informasi
itu pun muncul.
-
Interaktif, Pengguna atau pemustaka bisa
langsung memberikan umpan balik terhadap informasi-informasi yang disampaikan
pustakawan.
b.
Dari segi negatif
-
Adanya ketergantungan teknologi dimana segala
sesuatu menjadi serba praktis dan otomatis, cenderung menjadikan pengguna atau
pemustaka yang “malas” datang ke
perpustakaan untuk mencari informasi
langsung.
-
Munculnya
perpustakaan digital dengan konvergensi media komunikasi yang maju telah mempersempit jarak dan
mempersingkat waktu, misalnya pemustaka lebih senang bisa saling berkomunikasi
melalui internet tanpa perlu bertemu langsung. Hal ini menimbulkan pemustaka
maya dimana komunikasi langsung secara face to face sudah
tidak diminati lagi.
E.
Perbandingan
Konvergensi Media Komunikasi Perpustakaan Sekolah dengan Perpustakaan Perguruan
Tinggi
1. Konvergensi
Media Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Pada umumnya layanan
konvergensi media komunikasi cenderung bergabung dengan pusat teknologi
komputerisasi informasi dengan perpusttakaan. Namun, sebagai rincian dalam
studi Hernon dan Powell, ada banyak konfigurasi yang lain yang dapat dipertimbangkan
dalam layanan konvergensi media komunikasi. Diantaranya buku, buku merupakan
sesuatu yang dapat menentukan keuntungan dan kerugian dalam layanan konvergensi
media komunikasi.
Di perguruan tinggi
layanan yang dapat mempengaruhi konvergensi media komunikasi menjadi lebih
terlibat dalam kegiatan belajar mahasiswa, mengurangi tumpang tindih dan
redudansi dalam layanan, meningkatkan keahlian, serta meningkatkan visibilitas
di perpustakaan kampus. Layanan konvergensi media komunikasi perguruan tinggi lebih
banyak berisi informasi akademik yang relevan.
Konvergensi media
komunikasi perguruan tinggi pelayanan – pelayanan yang diberikan lebih banyak
dan spesifik, karena bisa diakses oleh masyarakat luar perguruan tinggi. Adapun
tidak semua perguruan tinggi yang membolehkan masyarakat luar bisa mengakses
keseluruhan layanan, ada perguruan tinggi yang memiliki persyaratan –
persyaratan tertentu.
2.
Konvergensi
Media Komunikasi Perpustakaan Sekolah
Konvergensi media
komunikasi perpustakaan sekolah sangat berbeda dengan konvergensi yang ada di
perguruan tinggi, di perpustakaan sekolah konvergensi media komunikasi melalui
digital kurang begitu diperhatikan, karena untuk tingkat sekolah tugas-tugas
sekolah yang harus melibatkan mereka dengan perpustakaan jarang dilakukan.
Akan tetapi tidak semua
hal tersebut ada pada perpustakaan sekolah, ada beberapa perpustakaan sekolah
yang memperhatikan konvergensi media komunikasi, Contohnya di sekolah Darmouth,
agar para siswa mereka lebih dekat dan mengenal arti dari perpustakaan, Maka
sekolah tersebut mewajibkan siswanya untuk mengunjungi perpustakaan setelah
ataupun sebelum sekolah, dan akhirnya setelah dievaluasi hal tersebut sukses
dilakukan karena hampir setiap bulannya ada hampir 10.000 pengunjung.
Setelah diteliti , hal
apa yang mendorong para siswa tertarik ke perpustakaan, ternyata dari segi
fasilitas, sekolah tersebut memberikan banyak fasilitas yang menarik bagi para
siswa yang berkunjung diantaranya perpustakaan dibentuk dengan gaya piramida,
mengajarkan Common study, meminjamkan
elektronik yang mereka butuhkan antara lain kamera digital dan camcorder, Mp3 player, akses wi-fi yang dapat diandalkan, meminjamkan
40 unit laptop dan netbook, serta puluhan desktop
computer.Menyadari perpustakaan tersebut sebagai pusat media, perpustakaan
yang ada di Darmouth tersebut bisa diakses oleh para siswa, orang tua siswa,
penulis, guru, serta anggota bisnis lainnya.
_________________________________________________________________________
BAB
III
KESIMPULAN
Dari berbagai rumusan masalah yang telah diuraikan dapat diambil
kesimpulan bahwa Konvergensi media komunikasi di perpustakaan diatas dapat membentuk
organisasi yang terstruktur rapi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan atau
pemustaka mereka. Pada
umumnya penggabungan layanan atau konvergensi media komunikasi perpustakaan
lebih cenderung bergabung dengan pusat teknologi komputerisasi informasi.
Misalnya, penggabungan tersebut dimulai dari layanan tradisional referensi,
instruksi dan sirkulasi ke layanan digital.
Selain itu internet dan perangkat lunak / software sangat berperan
sebagai pendorong diadakannya konvergensi media komunikasi di perpustakaan, karena
dengan adanya fasilitas tersebut para pemustaka yang ingin mencari informasi
tidak harus mengantri di perpustakaan, Dan konvergensi media komunikasi tidak
hanya berguna diperguruan tinggi saja, akan tetapi juga berguna di sekolah, hal
ini di contohkan oleh sekolah Darmouth, dengan membuktikan bahwa mereka
berhasil menyampaikan arti penting suatu perpustakaan kepada para siswanya
dengan mengguna konvergensi media komunikasi yang ada.
_________________________________________________________________________
Daftar Pustaka
Switzer, T. (2009, Convergence and collaboration of
campus information services. Library Leadership&Management, 23, 217-218.
Laurie Dias-Mitchell. (2010). A harmonic convergence
in the school library. Teacher Librarian, 38(1), 32-33.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/808410851?accountid=25704
Leo, R. K. (2000). Media convergence library-style.
Library Journal, , 28-30.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/196766802?accountid=25704
Garibaldo, F. (2002). Information and communication
technologies, organisations and skills: Convergence and persistence. AI &
Society, 16(4), 305-331.
Degkwitz, A. (2006). Convergence in germany: The
information, communication and media center (ICMC/IKMZ) of cottbus university.
Library Hi Tech, 24(3), 430-439.
Shafique, F., & Mahmood, K. (2008).
Integrated library software: A survey of lahore. Library Hi Tech News,25(6),
6-13. doi: http://dx.doi.org/10.1108/07419050810912805
_
William, J. S. (2002). Utilizing benefit communication
technology. Employee Benefits Journal, 27(2), 19-22.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/218452615?accountid=25704
Dong-Hee Shin. (2006). Convergence of
telecommunications, media and information technology, and implications for
regulation. Info : The Journal of Policy, Regulation and Strategy for
Telecommunications,Information and Media, 8(1), 42-56.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/274999963?accountid=25704
Dobson, C., & Ernst, C. (2000). Selecting software
for the digital library. EContent, 23(6), 27-32.
Retrieved from http://search.proquest.com/docview/213823775?accountid=25704
Tidak ada komentar:
Posting Komentar