Judul: Networking of libraries and information centres: Challenges in India (Jaringan Perpustakaan dan pusat informasi: tantangan di India)
Penulis: Siriginidi Subba Rao
Sumber: Library Hi Tech:2001;19,2;Proquest pg.167-178
Review Artikel
Penulisan ini bertujuan
untuk lebih fokus membahas pada status jaringan komunikasi yang ada di
perpustakaan dan informasi ( LINs) serta tantangan untuk perubahan jaringan
perpustakaan dan pusat informasi di India( LICs) dalam transformasi LICs dari
media tradisonal ke media digital. Sehingga LICs dapat promosi untuk berbagi
sumber antar anggotanya, mengembangkan jaringan LICs, mengumpulkan, menyimpan
dan menyebarkan informasi, menyediakan layanan komputerisasi untuk pengguna;
dan melakukan upaya koordinasi untuk pembangunan koleksi dalam hal mengurangi
duplikasi yang tidak terlalu diperlukan.
Artikel ini
mengidentifikasi bahwa pusat
perpustakaan dan informasi (LICs) perlu menjalani perubahan jaringan, dan
daftar jaringan komunikasi yang ada seperti (INDONET, ERNET, NICNET, GPSS,
RABMN, INET) serta Jaringan perpustakaan dan informasi seperti (INFLIBNET, DELNET, BTIS, SIRNET, TIFACLINE,
CALIBNET, MALIBNET, BONET, MYLIBNET, PUNENET, dll) di India. Paradigma yang
terjadi menyebutkan bahwa LICs perlu
menjalani tantangan untuk perubahan jaringan mereka, dan melakukan transformasi LICs tradisional ke media
digital.
Hasil dari pembahasan
artikel ini Pertama: membahas mengenai Pusat Jaringan
Perpustakaan dan Informasi (LICs) dimana membahas faktor utama yang menyebabkan
perlunya dilakukan perubahan jaringan di India. Hal ini tertuang dalam
pernyataan “Perpustakaan dan pusat jaringan informasi ( LICs )di India bisa
menghabiskan lebih dari rs 5.000 juta per tahun dalam hal pengadaan koleksi
perpustakaan yang baru dan dari itu
sekitar rs 2.000 juta dihabiskan untuk akuisisi jurnal luar negeri ,
Peningkatan harga tahunan dari koleksi ini dapat diartikan bahwa keuangan
organisasi mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya mereka. Selain itu
peningkatan informasi pada perkiraan dari 13 persen per tahun telah membuat
tugas organisasi dalam hal penyediaan koleksi dan pengambilan informasi sangat
sulit”. Kedua: membahas jaringan komunikasi yang ada di India
seperti INDONET, ERNET, NICNET, GPSS, RABMN, INET. Dimana masing-masing
jaringan komunikasi tersebut dijelaskan tujuan dan manfaatnya. Ketiga:
membahas mengenai jaringan perpustakaan dan informasi yang telah dikembangkan
di India sejak tahun 1988, diantaranya adalah INFLIBNET, DELNET, BTIS, SIRNET,
TIFACLINE, CALIBNET, MALIBNET, BONET, MYLIBNET dan PUNENET. Dimana semuanya ini
terdapat pada pernyataan“Recognizing the
importance and need for the optimum utilization of available resources several
libraries and information networks (LINs) have been developed in different
parts of India since 1988. The existing ones include: * the Information and
Library Network (INFLIBNET); the Delhi Library
Network (DELNET); the Biotechnology Information System (BTIS); the Scientific
and Industrial Research Network (SIRNET);
the Technology Information System (TIFACLINE); the Calcutta Library
Network (CALIBNET); the Madras Library Network (MALIBNET); the Bombay Library
Network (BONET); the Mysore Library Network (MYLIBNET); and the Pune Library Network (PUNENET);
Information and Library Network (INFLIBNET) .”Keempat: Membahas tantangan yang akan dihadapi LICs yang dituangkan dalam
pernyataan“According to
experts, the projected type of paradigm change that LICs will undergo includes
shifts in direction and basic functions. These shifts include: from library-centered to information--
centered to knowledge-centered”, selain itu
juga dituangkan pernyataan cara mengatasi tujuan untuk tantangan yang akan
dihadapi, pengembangan Infrastruktur Informasi Nasional (NII), dan hal-hal yang
terlibat dalam tantangan konversi perpustakaan yang di tuangkan dalam
pernyataan“The
challenges faced in converting library contents into computer readable form
involves human and financial considerations”.
Setelah membaca
keseluruhan resume artikel diatas saya mendapati penulis
telah menuliskan secara jelas bahwa penulisan artikel ini bertujuan
untuk lebih fokus membahas pada status jaringan komunikasi yang ada di
perpustakaan dan informasi ( LINs) serta tantangan untuk perubahan jaringan
perpustakaan dan pusat informasi di India( LICs) dalam transformasi LICs dari
media tradisonal ke media digital. Sehingga pembaca
dapat mengetahui atau menganalisa
hal-hal pokok apa saja yang nanti akan dibahas dalam artikel ini.
Terlepas dari tujuan, artikel ini
juga memuat abstrak yang menurut saya sulit untuk mendapatkan sedikit gambaran
dari artikel ini, seharusnya di dalam abstrak
tersebut disinggung pula mengenai gambaran faktor utama dilakukannya alih media
digital serta sedikit gambaran tentang hasil rencana yg telah dilakukan
sebelumnya, agar pembaca lain memiliki gambaran tentang kesimpulan yang tiba –
tiba dinyatakan dalam abstrak artikel ini. Pernyataan kesimpulan tersebut
terdapat pada “It concludes that, although
India has drawn up ambitious plans, it has not seen the benefits that could
come from employing these facilities to improve the socio-economic conditions
of its citizens or help it emerge as an economic superpower”.
Untuk isi
artikel, Isi yang pertama sudah cukup menarik, karena penulis
menjelaskan faktor utama mengapa LICs dirasa perlu mengadakan perubahan alih
media ke digital. Isi artikel yang kedua dan ketiga, sudah cukup menarik
pula karena penulis menjelaskan pengertian, tujuan, dan manfaat jaringan yang
berkaitan dengan jaringan komunikasi dan jaringan informasi yang dikembangkan
di India. Akan tetapi untuk isi kedua
dan ketiga ini saya merasa kurang bisa memahami kandungan informasinya karena
dalam isi tersebut hanya membahas tujuan dan manfaat dari masing-masing
jaringan komunikasi dan perpustakaan yang ada. Menurut saya mungkin akan lebih
baik apabila dalam masing-masing penjelasan diberikan contoh dari hasil
pengembangan jaringan informasi yang sama, dimana sebelumnya sudah dilakukan
oleh negara lain. Jadi dari contoh tersebut pembaca bisa paham mengapa jaringan
komunikasi dan pengembangan informasi yang ada tersebut layak untuk dijadikan
sebagai pendukung bagi LICs dalam mengahadapi tantangan perubahan jaringan
tradisional ke media digital. Untuk isi artikel yang keempat, penulis
tuliskan dengan sangat jelas langkah-langkah cara menghadapi tantangan yang
akan dihadapi oleh LICs nantinya, mulai dari cara pengembangan infrastruktur
informasi nasionalnya, gambaran hasil yang nantinya dapat diperoleh dari
menjalankan tantangan ini, serta bagaimana cara melibatkan sumber daya manusia
dan sumber daya keuangan, agar tantangan ini berhasil dilakukan. Hal ini
tertuang dalam pernyataan “The challenges to vision can be surmounted using the three Is - intelligence,
imagination and an integrated approach that brings the maximum benefit to
the maximum number of people” dan “The challenges faced in converting library contents
into computer readable form involves human and financial considerations”
Kesimpulan
dari penulisan cukup menjelaskan tujuan dari penulisan. Hanya saja gambaran – gambaran yang terstruktur
dari hasil pengembangan jaringan informasi yang sama dimana sebelumnya
sudah dilakukan oleh negara lain belum ada di artikel ini, jadi dalam
kesimpulanpun juga masih di pertanyakan lagi bagaimana pembangunan
fasilitas ini akan menguntungkan dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi warga
India, pernyataan ini terdapat dalam kalimat “ how establishing these facilities will benefit and improve the
socio-economic conditions of India's citizens’’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar