Rabu, 23 April 2014

Revisi Artikel


Judul: Networking of libraries and information centres: Challenges in India (Jaringan Perpustakaan dan pusat informasi: tantangan di India)

Penulis: Siriginidi Subba Rao 

Sumber: Library Hi Tech:2001;19,2;Proquest pg.167-178

Review Artikel

Penulisan ini bertujuan untuk lebih fokus membahas pada status jaringan komunikasi yang ada di perpustakaan dan informasi ( LINs) serta tantangan untuk perubahan jaringan perpustakaan dan pusat informasi di India( LICs) dalam transformasi LICs dari media tradisonal ke media digital. Sehingga LICs dapat promosi untuk berbagi sumber antar anggotanya, mengembangkan jaringan LICs, mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan informasi, menyediakan layanan komputerisasi untuk pengguna; dan melakukan upaya koordinasi untuk pembangunan koleksi dalam hal mengurangi duplikasi yang tidak terlalu diperlukan.
Artikel ini mengidentifikasi bahwa  pusat perpustakaan dan informasi (LICs) perlu menjalani perubahan jaringan, dan daftar jaringan komunikasi yang ada seperti (INDONET, ERNET, NICNET, GPSS, RABMN, INET) serta Jaringan perpustakaan dan informasi seperti  (INFLIBNET, DELNET, BTIS, SIRNET, TIFACLINE, CALIBNET, MALIBNET, BONET, MYLIBNET, PUNENET, dll) di India. Paradigma yang terjadi menyebutkan  bahwa LICs perlu menjalani tantangan untuk perubahan jaringan mereka, dan melakukan  transformasi LICs tradisional ke media digital.
Hasil dari pembahasan artikel ini Pertama: membahas mengenai Pusat Jaringan Perpustakaan dan Informasi (LICs) dimana membahas faktor utama yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan jaringan di India. Hal ini tertuang dalam pernyataan “Perpustakaan dan pusat jaringan informasi ( LICs )di India bisa menghabiskan lebih dari rs 5.000 juta per tahun dalam hal pengadaan koleksi perpustakaan yang baru dan  dari itu sekitar rs 2.000 juta dihabiskan untuk akuisisi jurnal luar negeri , Peningkatan harga tahunan dari koleksi ini dapat diartikan bahwa keuangan organisasi mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya mereka. Selain itu peningkatan informasi pada perkiraan dari 13 persen per tahun telah membuat tugas organisasi dalam hal penyediaan koleksi dan pengambilan informasi sangat sulit”. Kedua: membahas jaringan komunikasi yang ada di India seperti INDONET, ERNET, NICNET, GPSS, RABMN, INET. Dimana masing-masing jaringan komunikasi tersebut dijelaskan tujuan dan manfaatnya. Ketiga: membahas mengenai jaringan perpustakaan dan informasi yang telah dikembangkan di India sejak tahun 1988, diantaranya adalah INFLIBNET, DELNET, BTIS, SIRNET, TIFACLINE, CALIBNET, MALIBNET, BONET, MYLIBNET dan PUNENET. Dimana semuanya ini terdapat pada pernyataan“Recognizing the importance and need for the optimum utilization of available resources several libraries and information networks (LINs) have been developed in different parts of India since 1988. The existing ones include: * the Information and Library Network (INFLIBNET);  the Delhi Library Network (DELNET); the Biotechnology Information System (BTIS); the Scientific and Industrial Research Network (SIRNET);  the Technology Information System (TIFACLINE); the Calcutta Library Network (CALIBNET); the Madras Library Network (MALIBNET); the Bombay Library Network (BONET); the Mysore Library Network (MYLIBNET); and  the Pune Library Network (PUNENET); Information and Library Network (INFLIBNET) .”Keempat: Membahas tantangan yang akan dihadapi LICs yang dituangkan dalam pernyataanAccording to experts, the projected type of paradigm change that LICs will undergo includes shifts in direction and basic functions. These shifts include:  from library-centered to information-- centered to knowledge-centered”, selain itu juga dituangkan pernyataan cara mengatasi tujuan untuk tantangan yang akan dihadapi, pengembangan Infrastruktur Informasi Nasional (NII), dan hal-hal yang terlibat dalam tantangan konversi perpustakaan yang di tuangkan dalam pernyataanThe challenges faced in converting library contents into computer readable form involves human and financial considerations”.
Setelah membaca keseluruhan resume artikel diatas saya mendapati penulis telah menuliskan secara jelas bahwa penulisan artikel ini bertujuan untuk lebih fokus membahas pada status jaringan komunikasi yang ada di perpustakaan dan informasi ( LINs) serta tantangan untuk perubahan jaringan perpustakaan dan pusat informasi di India( LICs) dalam transformasi LICs dari media tradisonal ke media digital. Sehingga pembaca  dapat mengetahui atau menganalisa hal-hal pokok apa saja yang nanti akan dibahas dalam artikel ini.
Terlepas dari tujuan, artikel ini juga memuat abstrak yang menurut saya sulit untuk mendapatkan sedikit gambaran dari artikel ini, seharusnya di dalam abstrak tersebut disinggung pula mengenai gambaran faktor utama dilakukannya alih media digital serta sedikit gambaran tentang hasil rencana yg telah dilakukan sebelumnya, agar pembaca lain memiliki gambaran tentang kesimpulan yang tiba – tiba dinyatakan dalam abstrak artikel ini. Pernyataan kesimpulan tersebut terdapat pada It concludes that, although India has drawn up ambitious plans, it has not seen the benefits that could come from employing these facilities to improve the socio-economic conditions of its citizens or help it emerge as an economic superpower”.
Untuk isi artikel, Isi yang pertama sudah cukup menarik, karena penulis menjelaskan faktor utama mengapa LICs dirasa perlu mengadakan perubahan alih media ke digital. Isi artikel yang kedua dan ketiga, sudah cukup menarik pula karena penulis menjelaskan pengertian, tujuan, dan manfaat jaringan yang berkaitan dengan jaringan komunikasi dan jaringan informasi yang dikembangkan di India. Akan tetapi  untuk isi kedua dan ketiga ini saya merasa kurang bisa memahami kandungan informasinya karena dalam isi tersebut hanya membahas tujuan dan manfaat dari masing-masing jaringan komunikasi dan perpustakaan yang ada. Menurut saya mungkin akan lebih baik apabila dalam masing-masing penjelasan diberikan contoh dari hasil pengembangan jaringan informasi yang sama, dimana sebelumnya sudah dilakukan oleh negara lain. Jadi dari contoh tersebut pembaca bisa paham mengapa jaringan komunikasi dan pengembangan informasi yang ada tersebut layak untuk dijadikan sebagai pendukung bagi LICs dalam mengahadapi tantangan perubahan jaringan tradisional ke media digital. Untuk isi artikel yang keempat, penulis tuliskan dengan sangat jelas langkah-langkah cara menghadapi tantangan yang akan dihadapi oleh LICs nantinya, mulai dari cara pengembangan infrastruktur informasi nasionalnya, gambaran hasil yang nantinya dapat diperoleh dari menjalankan tantangan ini, serta bagaimana cara melibatkan sumber daya manusia dan sumber daya keuangan, agar tantangan ini berhasil dilakukan. Hal ini tertuang dalam pernyataan The challenges to vision can be surmounted using the three Is - intelligence, imagination and an integrated approach that brings the maximum benefit to the maximum number of people” dan The challenges faced in converting library contents into computer readable form involves human and financial considerations
Kesimpulan dari penulisan cukup menjelaskan tujuan dari penulisan. Hanya saja gambaran – gambaran yang terstruktur dari hasil pengembangan jaringan informasi yang sama dimana sebelumnya sudah dilakukan oleh negara lain belum ada di artikel ini, jadi dalam kesimpulanpun juga masih di pertanyakan lagi bagaimana pembangunan fasilitas ini akan menguntungkan dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi warga India, pernyataan ini terdapat dalam kalimat how establishing these facilities will benefit and improve the socio-economic conditions of India's citizens’’.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar